Jumat, 19 Agustus 2011

Pesantren Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan
Muqodimah
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”(QS An Nissa 9)

Siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar adalah anak-anak yang dikemudian hari akan menjadi penerus yang akan melanjutkan pembangunan bangsa dan negara kita. Siswa-siswi inilah yang nantinya akan mengisi dan menentukan arah pembangunan dimasa yang akan datang. Untuk itu perlu proses untuk membekali peserta didik supaya lebih siap untuk menerima peran tersebut.

Harapan inilah yang melatarbelakangi Program Khusus tahunan SD Muhammadiyah Ambokembang tentang kegiatan di bulan Ramadhan dan tentu saja dengan memperhatikan surat edaran Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kab.Pekalongan serta saran dan usul dari Komite dan segenap dewan guru dilingkungan SDM Ambokembang.

Sebagai lembaga pendidikan yang berciri khusus keagamaan dan terpercaya tentu saja berkewajiban untuk membekali dan membina para peserta didik agar memilikiprofil kepemimpinan yang cerdas, amanah, dan memiliki modal Keimanan dan Ketaqwaan yang baik.

Pada bulan suci Ramadhan 1432 H ini merupakan momentum yang tepat bagi kita semua untuk meningkatkan kegiatan keagamaan, sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Berkaitan dengan hal tersebut SD Muhammadiyah Ambokembang selain melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan, juga kegiatan buka bersama yang dilanjutkan dengan Teraweh,Tadarus dan saur bersama serta pengumpulan Zakat Fitrah yang dibagikan kepada masyarakat sekitar dan musholla serta masjid yang memerlukan. kegiatan ini diharapkan dapat membekali siswa-siswi kita dengan kegiatan nyata sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa dan berakhlaqul karimah.

B. NAMA DAN TEMA

Kegiatan ini diberi nama :
“Aktivitas dan Amalan di Bulan Ramadhan 1432 H”

Tema dari kegiatan ini adalah
“With The Spirit of Ramadhan We Train Ourselves to be Care and Discipline”

C. TUJUAN

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :

1. Menambah pemahaman Ilmu Agama Islam
2. Memberikan pengalaman dalam sikap dan perilaku yang Islami.
3. Memperkuat persaudaraan sesama muslim (Ukhuwah Islamiyah)
4. Menanamkan nilai-nilai kejujuran
5. Melatih disiplin, kemandirian, dan rasa tanggung jawab.
6. Memberikan pola pikir dan konsep yang jelas tentang Islam

D. MATERI

Materi yang diberikan dalam kegiatan ini adalah :

* Pokok-pokok ajaran Islam, Akidah, Akhlaq, Ibadah/Syariah, dan Tarikh.
* Membaca, menghafal, mengartikan Doa yang ada di dalam Al-Qur'an
* Tadarus Al-Qur'an
* Diskusi kelompok
* Evaluasi dan Praktek
* Game

E. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan Pesantren Ramadhan SD Muhammadiyah Ambokembang Tahun1432 H dilaksanakan pada :

Hari : Senin - Sabtu

Tanggal : 15 - 20 Agustus 2011

Tempat : SD Muhammadiyah Ambokembang UPT Pendidikan Kedungwuni
Kabupaten Pekalongan

F. PESERTA KEGIATAN

Peserta yang mengikuti Kegiatan Pesantren Ramadhan Tahun 1432 H ini adalah :

* Siswa-siswi kelas IV berjumlah 39 Siswa
* Siswa-siswi kelas V berjumlah 31 Siswa
* Siswa-siswi kelas V berjumlah 24 Siswa

G. MENTORING

Pada kegiatan Pesantren Ramadhan ini panitia terbentuk bekerjasama dengan pimpinan ranting Muhammadiyah Bagian Dikdasmen Ambokembang, Komite Sekolah dan tentu saja seluruh dewan guru dalam penyusunan acara kegiatan yang akan menjadi mentor selama kegiatan berlangsung.


Jumat, 19 Agustus 2011

Sikap Rasulullah Saw. Terhadap Istri

Kecemburuan yang terjadi di antara para istri Rasulullah wajar terjadi. Beliau telah memberi tempat dan kedudukan kepada istri-istrinya sedemikian rupa, suatu hal yang tidak pernah dikenal di kalangan Arab.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khathab pernah berkata, "Sungguh, kalau kami dalam zaman jahiliyah, wanita-wanita tidak lagi kami hargai. Kami menghargai mereka setelah Allah memberikan ketentuan tentang mereka dan memberikan pula hak kepada mereka."

Suatu ketika, saat Umar sedang dalam suatu urusan tiba-tiba istrinya berkata, "Coba kau berbuat begini atau begitu."

"Ada urusan apa engkau di sini, dan perlu apa engkau dengan urusanku!" kata Umar dengan nada tinggi.

Istrinya membalas, "Aneh sekali engkau, Umar. Engkau tidak mau ditentang, padahal putrimu menentang Rasulullah SAW sehingga beliau gusar sepanjang hari."

Umar kemudian mengambil mantelnya, lalu keluar menemui putrinya, Hafshah. "Anakku," kata Umar, "Engkau menentang Rasulullah SAW sampai beliau merasa gusar sepanjang hari?"

Hafshah menjawab, "Memang kami menentangnya."

"Engkau harus tahu, anakku. Kuperingatkan engkau, jangan terpedaya. Orang telah terpesona oleh kecantikannya sendiri dan mengira cinta Rasulullah SAW hanya karenanya."

Kemudian Umar pergi menemui Ummu Salamah, karena mereka masih berkerabat. Dia ingin membicarakan masalah Hafshah. Ummu Salamah berkata, "Aneh sekali engkau, Umar! Engkau sudah ikut campur dalam segala hal, sampai-sampai mau mencampuri urusan Rasulullah SAW dan rumah tangganya!'

Umar tak mampu berkata-kata. Ia pun kemudian pergi.

Muslim dalam Shahih-nya menyebutkan bahwa Abu Bakar pernah meminta izin kepada Nabi akan menemuinya dan setelah diizinkan ia pun masuk, kemudian datang Umar meminta izin dan masuk pula setelah diberi izin.

Mereka menjumpai Nabi SAW sedang duduk dalam keadaan masygul di tengah-tengah para istrinya yang juga sedang masygul dan diam. Ketika itu Umar berkata, "Saya akan mengatakan sesuatu yang akan membuat Nabi SAW tertawa." Lalu kata Umar, "Wahai Rasulullah, jika engkau melihat Binti Kharijah—istri Umar—meminta uang belanja kepadaku, maka aku bangun dan meninju lehernya."

Maka Rasulullah pun tertawa, seraya berkata, "Mereka itu sekarang di sekelilingku meminta uang belanja!"

Ketika itu Abu Bakar lalu menghampiri Aisyah dan meninju lehernya, demikian juga Umar, ia menghampiri Hafshah dan meninjunya, sambil berkata, "Kalian meminta sesuatu yang tidak ada pada Rasulullah SAW!"

Mereka pun menjawab: "Demi Allah, kami sama sekali tidak minta kepada Rasullullah, sesuatu yang tidak dipunyainya."

Sebenarnya, Abu Bakar dan Umar waktu itu menemui Nabi, karena beliau tidak tampak keluar waktu shalat. Karena itu kaum Muslimin bertanya-tanya, ada apa gerangan yang menghalangi.

Dalam peristiwa Abu Bakar dan Umar dengan Aisyah dan Hafshah inilah turun firman Allah: "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar." (QS Al-Ahzab: 28-29)

Nabi telah memberi kedudukan kepada istri-istrinya, sedang sebelum itu—seperti wanita-wanita Arab lainnya—mereka tidak pernah mendapat penghargaan orang. Jadi wajar jika sikap mereka kini agak berlebih-lebihan dalam menggunakan kebebasan, suatu hal yang tidak pernah dialami oleh sesama kaum wanita.

Sampai-sampai ada di antara mereka yang menentang Nabi dan membuat Nabi gusar sepanjang hari. Beliau sudah berusaha menghindarkan diri dari mereka, meninggalkan mereka, supaya kasih sayang beliau kepada mereka tidak sampai membuat tingkah laku mereka tambah melampaui batas. Bahkan ada dari mereka yang mengeluarkan rasa cemburunya dengan cara yang tidak layak.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar